Manajemen Strategi ( Analisa SWOT )

PT.TELKOM INDONESIA

SEJARAH PERUSAHAAN TELKOM

Tahun 1975 merupakan awal perjalanan usaha PT Infomedia Nusantara menjadi perusahaan pertama penyedia layanan informasi telepon di Indonesia. Di bawah subdivisi Elnusa GTDI dari anak perusahaan Pertamina, Infomedia telah menerbitkan Buku Petunjuk Telepon Telkom Yellow Pages.

Perkembangan yang tercatat selanjutnya adalah berdirinya PT Elnusa Yellow Pages di tahun 1984 yang berubah nama di tahun 1995 menjadi PT Infomedia Nusantara pada saat PT Telkom Tbk menanamkan investasi. Untuk mendukung implementasi Good Coorporate Governance dalam setiap aspek kegiatan perusahaan, Infomedia telah mengeluarkan kebijakan pedoman tata kelola perusahaan di tahun 2008.

Pada tanggal 30 Juni 2009 PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) melalui PT Multimedia Nusantara (Metra), anak perusahaan yang 99,99% milik Telkom (selanjutnya disebut Telkom Group) telah menandatangani Shares Sales & Purchase Agreement (SPA) untuk membeli 49% saham PT Infomedia Nusantara (Infomedia) milik PT Elnusa Tbk (Elnusa), sehingga 100% saham PT Infomedia Nusantara telah dimiliki oleh Telkom Group.

Saat ini, Infomedia, sesuai dengan visinya menjadi penyedia jasa layanan informasi yang utama dikawasan regional telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan visi tersebut dengan mengoptimalkan kompetensi untuk mengambil opportunity dalam pengembangan bisnis kedepan

Keseluruhan produk dan layanan Infomedia merupakan komitmen perusahaan dalam memberikan solusi layanan informasi dan komunikasi yang prima bagi customer dan masyarakat di Indonesia.

VISI
Menjadi Telekomunikasi terkemuka, Information, Media, Edutainment dan Jasa (“TIMES”) Player di Region.

MISI
• Untuk Memberikan KALI dengan Kualitas Bagus & Harga Kompetitif.
• Untuk menjadi Peran Model sebagai Best Managed Korporasi Indonesia.

TUJUAN
Untuk mencapai posisi terdepan dengan memperkuat bisnis legacy dan pertumbuhan bisnis new wave untuk memperoleh 60% dari pendapatan industri pada tahun 2015.

ANALISA STRENGTH ( Kekuatan )

-          Mempunyai jaringan yang luas di seluruh indonesia

-          Memiliki pasar/kosumen yang besar di seluruh indonesia

-          Efektivitas harga yang di berikan kepada pelanggan atau konsumen

-          Mempunyai kekuatan finansial yang besar

-          Banyaknya pilihan produk dan layanan yang ditawarkan

ANALISA WEAKNES ( Kelemahan )

-          Kurang cepatnya tanggapan bila adanya komplain dari konsumen

-          Proses dalam penggantian program promo yang lamban

-          Terhambatnya koneksi pada akhir bulan

-          Bila terjadi pembetulan atau perbaikan tanpa ada konfirmasi kepada konsumen

-          Kurangnya kualitas dalam beberapa produk

ANALISA OPPORTUNITIS ( Peluang )

-          Industri telekomunikasi dan informasi akan terus memiliki peranan penting di Indonesia seiring pertumbuhan yang berkesinambungan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

-          Perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan yang menghasilkan produk sejenis.

-          Jarangnya broadband access di seluruh penjuru indonesia sehingga menjadi peluang yang mampu di ambil

-          Menambah produk yang berkualitas dan mampu bersaingan dengan pesaingan dari segi kualitas

-          Membuat system yang baru dan menarik konsumen

ANALISA THREATH ( Ancaman )

-          Banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang sejenis

-          Banyaknya produk yang di tawarkan oleh pesaing dengan variatif

-          Masyarakat semakin menuntut mobilitas dan fleksibilitas dari alat komunikasinya, telepon rumah “tradisional” tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan tersebut

-          Jaringan Telkom, khususnya jaringan akses kabel , dapat menghadapi potensi ancaman keamanan, seperti pencurian atau vandalisme yang dapat berdampak pada hasil usahanya.

-          Kurangnya kualitas dapat menjadikan Telkom kehilangan beberapa konsumen.

STRENGHT

str

 

WEAKNESS

weakOPPORTUNITIES

peluangTREATHS

ancmn

Kesimpulan:

Berdasarkan hasil-hasil yag didapat dari analisis internal dan eksternal pada table, seperti dituliskan di atas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut:

* Skor Total Kekuatan            : 3.66

* Skor Total Kelemahan         : 2.55

* Skor Total Peluang               : 3.09

* Skor Total Ancaman            : 2.8

Berpijak dari skor total ini, maka penentuan posisi PT.Telkom Indonesia dapat digambar sebagai Matrik SWOT yang dapat dilihat pada Gambar di bawah.

Untuk mencari koordinatnya, dapat dicari dengan cara sebagai berikut:

Koordinat analiisis Internal:

(skor total kekuatan – skor total kelemahan) : 2 =

(3.66 – 2.55) : 2 = 0.55

Koordinat analiisis Eksternal:

(skor total peluang – skor total ancaman) : 2 =

(3,09 –  2.8) : 2 = 0,145

Jadi titik koordinatnya terletak pada (0.55 ; 0.145)

Gambar Titik Koordinat/ Diagram SWOT

diagramswotKwadran

fef

Kwadran 1 (S,O)

Strategi yang dilakukan oleh Telkom dalam kwadran1 yaitu menggunakan peluang yang dimiliki untuk meningkatkan kekuatan perusahaan.

Kwadran 2 (W,O)

Strategi  yang dilakukan Telkom dalam kwadran2 yaitu menggunakan peluang yang ada untuk menutupi kelemahan yang dimiliki perusahaan.

Kwadran 3 (W,T)

Strategi yang dilakukan Telkom dalam kwadran3 yaitu meminimalisir atau meminimalkan resiko yang dimiliki perusahaan.

Kwadran 4 (S,T)

Strategi yang dilakukan Telkom dalam kwadran4 yaitu menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk menghadapi ancaman perusahaan.

 

Berdasarkan diagram bobot dan rating setiap unsur matrik SWOT yang disajikan di atas dapat diketahui bahwa posisi perusahaan / Instansi pada saat ini berada pada Kuadran I yaitu kuadran Growth dimana strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah perusahaan dapat menggunakan peluang yang ada untuk perusahaan agar perusahaan mampu meningkatkan kekuatan yang dimiliki oelh perusahaan selama ini.

STRATEGI BISNIS UNIT

Berdasarkan anilisa SWOT yang telah dilakukan telah disimpulkan bahwa strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah membuat system yang baru agar dapat menarik konsumen, karena sebenarnya pertumbuhan pasar khusunya produk jasa telekomunikasi sangatlah tinggi sedangkan daya saing produk sendiri semakin ketat.

Prioritas Utama :

Menciptakan inovasi atau produk baru yaitu internet speedy card atau Qbaca yang mudah dan simple yang dapat dibawa kemanapun dan dapat di akses yang mudah dan cepat dan ditujukan untuk kalangan mahasiswa atau pebisnis yang setiap hari harus mobile dalam melaksanakan aktivitas.

Inovasi terbaru Telkom

Telkom Meluncurkan Produk Qbaca

Qbaca adalah perangkat bagi kita yang mencintai buku, untuk dapat selalu membawa semua buku kesayangan kita, berapapun jumlahnya, untuk dibaca di mana saja dan kapan saja, tetap dalam kenyamanan dan keakraban membaca buku.

Qbaca adalah ruang pendidikan dan pengajaan, tempat bukan saja buku-buku pendidikan disimpan untuk mudah diakses dari mana saja, tetapi juga interaksi pendidikan (lembar kerja, kuis, eksperimen) dapat diciptakan hidup di atas buku-buku digital.

Qbaca adalah perangkat bagi kita yang menggemari budaya digital, agar dapat memanfaatkan gadget untuk mengeksplorasi berbagai informasi dan gagasan secara lebih mendalam daripada sekedar kicauan media sosial.

Qbaca adalah ekosistem yang menggerakkan penulis buku, penerbit buku, pencipta konten digital, kreator visual, komunitas penggemar buku, hingga penggemar gaya hidup digital untuk berkolaborasi menciptakan nilai hidup baru buat bangsa yang lebih baik dan lebih keren.

http://telkomspeedy.com/node/960

Faktor penentu keberhasilan :

inovasi dalam dunia teknologi jasa komunikasi

> Output         : membuat inovasi dan produk baru untuk dapat bersaing dengan perusahaan penyedia jasa layanan yang lain.

> Outcame      : Meningkatkan volume penjualan

> Impact         : Citra perusahaan yang meningkat baik seiring dengan berkembangnnya perusahaan serta menjadi pelopor dalam penyedia buku digital yang mudah serta simple.

Analisis Persaingan Telkom Dengan pesaing Utama

4pu

sumber: menurut penulis

dalam analisi persaingan dengan pesainmg utama, saat ini telkom dihadapkan dengan pesaing utamanya yaitu smartfren yang di ukur dalam beberapa instrumen yaitu Produk,Place,Price serta Promotiaon

dalam segi Produk untuk penggunaan layanan data internet pesaing utama masih belum dapat mengungguli telkom karena telkom mempunyai jaringan distribusi yang luas d, rate koneksi yang cepat di hampir seluruh kota indonesia.

dalam segi Price telkom kalah dengan pesaing utamanya karena pesaing mempunyai layanan paket data yang murah,yang dapat di jangkau oleh kalangan menengah kebawah serta simpel yang dapat dibawa kemanapun

dalam segi Place telkom tetap masih lebih unggul di banding pesaingnnya karena telkom memulai jenis usaha terlebih dahulu sebelum pesaing sehingga telkom empunyai kekuatan dalam distribusi jaringan di hampir seluruh indonesia khususnya di sektor yang penting seperti perkotaan besar.

namun dalam segi Promotion telkom kurang unggul oleh pesaingnya terbukti dengan iklan media cetak dan media elaktronik yang jarang terlihat,sedangkan pesaing selalu menyebarkan iklan di media cetak maupun elektronik sehingga lebih dikenala oleh mnasyarakat

Analisis persaingan Telkom Dengan Produk Pengganti

4pussumber: menurut penulis

dalam persaingan dengan produk pengganti telkom memiliki beberapa pesaing antara lain TV Kabel dan Samsung tv yang kini mulai naik dan dikenal oleh masyarakat, dalam analisi ini diukur dengan beberapa instrumen yaitu 4p(Produk,Place,Price,promotion)

dalam segi Produk telkom empunyai pesaing dengan produk pengganti yaitu TV kabe dan Samsung tv yang kini lebih dikenal masyarakat dan lebih modern,untuk dapat memiliki pasar tersebut telkom harus menciptakan produk inovativ dan baru yang dapat diterima masyarakat.

dalam segi Price Tv kabel lebih murah di bandingkan samsung TV namun masyarakat yang sekarang telah mengetahui teknologi maka telkom harusnya membuat produk inovasi yang dapat bersaing dengan produk pengganti dan tentunya dengan harga yang terjangkau dan murah.

dalam segi Place untuk segi ini kedua produk pengganti sama-sama memiliki jaringan yang luas karena dapat di jangkau di setiap daerah.untuk meningkatkan jaringan distribusi telkom harus meningkatkan jaringan distribusi dan kerjasama dengan produk pengganti untuk meningkatkan pasar yang dimiliki.

dalam segi promotion dibandingkan TV kabel,samsung TV lebih unggul dalam promotion terbukti dengan jarangnya iklan tentang TV kabel di media cetak dan elektronik sedangkan samsung tv lebih banyak muncul di media cetak dan elektronik sehingga lebih dikenal oleh masyarakat.

Ukuran Strategi Pengembangan Dari Produk Telkom

abc

contoh kasus strategi (man.stratejik)

PepsiCo termasuk salah satu raksasa multinasional yang berkiprah di bidang Food & Beverage dengan pendapatan lebih dari $39 milyar dan memiliki lebih dari 185.000 pegawai. Lahir dari mergernya dua perusahaan besar, Pepsi Cola Company (1898) dan Frito Lay, Inc (1932), pada tahun 1965, PepsiCo berkembang dengan melancarkan beberapa strategi utama, yaitu : “The Power of One”.

Dalam kunjungannya, menemui CEO dari dua puluh lima jaringan supermarket puncak, CEO Pepsi Co membandingkan margin laba toko sebesar 9 persen atas produk Pepsi dengan marjin laba sebesar 2 persen yang dihasilkan oleh unit bisnis lainnya. Dia menekankan bahwa toko-toko akan meningkatkan penjualan dan labanya dengan memberikan produk Pepsi Co lebih banyak ruang rak dan menata minuman Pepsi Co dengan makanan ringan Frito-Lay. “Power of One” berhasil, memberikan Frito-Lay dan Pepsi pangsa pasar yang lebih dominan. Strategi itu juga memberikan minuman Pepsi Cola suatu peningkatan yang besar dalam segi penjualan di toko-toko serba ada kecil di sepanjang Meksiko. Di sana merek Sabritas Frito-Lay adalah pemimpin pasar, terima kasih kepada strategi berbiaya rendah yang mempertahankan harga ritel serendah enam belas sen per makanan ringan.

Pepsi Co melanjutkan dengan membeli Tropicana, merek jus jeruk terkemuka, dan Cracker Jack, suatu makanan favorit abadi yang telah kehilangan profitabilitasnya. Dengan menambahkan lebih banyak kacang dan menawarkan kantung empat ons sebagai tambahan pada ukuran penyajian yang lebih kecil dan ukuran keluarga yang lebih besar, Pepsi Co mengembalikan Cracker Jack pada profitabilitasnya dalam waktu satu tahun. Sebagai tambahan, melalui pemasaran yang agresif, perusahaan berhasil mencapai penjualan terlaris untuk produk air botolan dan teh botolannya. Sekarang Lipton Iced Tea milik Pepsi Co memegang pimpinan komando diatas teh botol Coca-Cola, Nestea. Penjualan Pepsi Co masih tertinggal dari penjualan Coca-Cola di Amerika, akan tetapi Mountain Drew Pepsi Co saat ini berada di depan Diet Coke untuk menjadi soda ketiga yang paling laku di negara tersebut.

Diluar AS, strategi makanan ringan baru Pepsi Co berfokus pada membangun penjualan dan pangsa di negara berkembang seperti India, di mana Coca-Cola belum merupakan pasar pemimpin yang tidak dapat diganggu. Strategi ini membalikkan strategi awal Pepsi Co untuk memerangi Coca-Cola di setiap pasar. Bangsa Asia yang padat seperti Cina dan Jepang adalah target khusus dari bisnis makanan ringan Pepsi Co. Walau Frito-Lay memegang hanya sedikit pasar makanan ringan di negara-negara tersebut saat ini, CEO Pepsi Co melihat unit bisnisnya tersebut sebagai landasan pertumbuhan masa depan.

Tugas Manajemen Strategi

Pengertian Dan Konsep Manajemen Strategi

Berikut ini adalah beberapa pengertian manajemen strategi menurut para ahli antara lain :
Pengertian manajemen strategis menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.

Pengertian manajemen strategis menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen adalah “Strategic Management is that a set of managerial decisions and actions that determines the long-run performance of a corporation”, dan jika diterjemahkan secara bebas maka Manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Pengertian manajemen strategi menurut Gregory  G Dees dan Alex Miller adalah suatu proses kombinasi antara tiga aktivitas yaitu analisis strategi, perumusan strategi dan implentasi strategi (Djaslim Saladin, 2003).

Pengertian manajemen strategis menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen stratejik adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.

Pengertian manajemen strategi menurut Fred R. David Manajemen strategi adalah seni dan ilmu untuk memformulasi, menginplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuan.

Pengertian manajemen strategis menurut Husein Umar (1999 : 86): Manajemen strategis sebagai suatu seni dan ilmu dalam hal pembuatan (formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan startegis antara fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuannya di masa datang.

Pengertian manajemen strategi menurut Michael A. Hitt & R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV). Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata.

Pengertian manajemen strategi menurut Michael Polter Manajemen strategi adalah sesuatu yang membuat perusahaan secara keseluruhan berjumlah lebih dari bagian-bagian dengan demikian ada unsure sinergi di dalamnya.

Pengertian manajemen strategi menurut H. Igor Ansoff Manajemen strategi adalah analisis yang logis tentang bagaimana perusahaan dapat beradaptasi terhadap lingkungan baik yang berupa ancaman maupun kesempatan dalam berbagai aktivitasnya.

Pengertian manajemen strategis menurut  Lawrence R. Jauch dan Wiliam F. Gluech (Manajemen Strategis dan Kebijakan Perusahaan, 1998) : Manajemen Strategis adalah sejumlah keputusan dan tindakan yang mengarah pada penyusunan suatu strategi atau sejumlah strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan.

Jadi Manajemen Strategi merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan kekuatan perusahaan (company’s strengths) dengan mengeksploitasi peluang bisnis (business opportunities) guna mencapai tujuan perusahaan (company’s goals) yang sesuai dengan misi (mission) yang telah ditentukan.

Berikut ini komponen utama dan tahap manajemen strategi , yakni:
1. Analisis lingkungan bisnis untuk mendeteksi peluang (opportunities) dan ancaman (threats).
2. Analisis profil perusahaan untuk mengidentifikasi kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses).
3. Formulasi strategi termasuk mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternative strategi, dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan.

Ujian Praktikum man.karir

Kuisioner  Kecerdasan Emosional

Dalam pengisian kecerdasan emosional posisi saya adalah kategori sedang karena total skor saya adalah 56 yang berarti:

Kategori sedang (skor 55-36)
Kadang Anda masih tidak memahami perasihan Anda sendiri. Masih terjebak oleh emosi-emosi Anda sehingga kurang mampu bekerja dengan efektif. Terkadang Anda dapat mengendalikan emosi namun kadang juga lepas kendali ketika menghadapi persoalan. Anda juga belum mampu memotivasi diri sendiri dengan baik. Anda masih kurang bisa membina hubungan sosial dengan orang lain. Anda juga kurang mampu berempati kepada orang lain.

John Holland Kuisioner

Dalam kuisioner john holland ,setelah saya melakukan test tersebut hasil skor saya sebagai berikut

Realistic Social
Investigative Enterprising
Artistic Conventional

 

Jadi saya adalah termasuk tipe yang conventional.

Free Multi Intelegent test

Dalam hasil test berikut saya termasuk orang yang kinestetik,berikut gambar hasil data

 

MBTI Kuisioner

Dalam MBTI kuisioner saya termasuk orang yang ESTJ yaitu Ekstrovet , Sensing , Thingking ,Judging

Ekstrovet : orang yang berpikir mengenai hal-hal secara objektif dan luas

Sensing : memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, praktis, realistis dan melihat data apa adanya

Thinking : selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan.

Judging : orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak teratur (tidak melompat-lompat)

Berikut adalah gambar hasil pengisian kuisioner

ESTJ adalah seseorang yang Praktis, realistis, berpegang pada fakta, dengan dorongan alamiah untuk bisnis dan mekanistis. Sangat sistematis, procedural dan terencana. Disiplin, on time dan pekerja keras.Konservatif dan cenderung kaku.Tidak tertarik pada subject yang tidak berguna baginya, tapi dapat menyesuaikan diri jika di perlukan, Senang mengorganisir sesuatu. Bisa menjadi administrator yang baik jika mereka ingat untuk memperhatikan perasaan dan perspektif orang lain.

Strength

            Strength pada diri saya adalah disiplin dan pekerja keras seperti yabg telah di utarakan dalam hasil quesioner yang telah saya isi.

Weakness

Weaknes yang ada dalam diri saya adalah kurang mampu bekerja dengan efektif, belum mampu memotivasi diri sendiri dengan baik. masih kurang bisa membina hubungan sosial dengan orang lain. juga kurang mampu berempati kepada orang lain

Profesi yang cocok antara lain adalah :

Manajer,System Analays , dll

Manajemen Karir(jurnal)

Pengaruh Program dan Motivasi Kerja

Terhadap Kinerja Karyawan Koperasi Nusantara Bandung

Oleh

Yulianti Hakim ,SE,M.M

Staf Pengajar Universitas WidyaTama

ABSTRACT

 

Kinerja karyawan bnyak di pengaruhi olehperhatian manajemen terhadap kebutuhan karyawan, salah satu diantaranya adalah dengan diperolehnya posisi pekerjaan yang sesuai dengan bakat , minat dan , kemampuan (John L Holland , Gary .D.Gottfredsen, 1991) masih sedikit perusahhan yang merencanakan dan mengembangkan karir karyawan dengan dasar pertimbangan yang jelas dan terukur.apabila kondisi tersebut tidak diperbaiki maka akan berdampak pada hilannya motivasi karyawan untuk menunjukkan kinerja terbaiknya.

Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa pengembangan karir belum dapat dilaksanakan dengan pola yang terarrah namun dilakukan dengan cara trial atau error.selain itu pengembangan karir dan motivasi secara bersama memberikan pengaruh positif signifikan terhadap variabel kinerja.terlihat pula bahwa masih adanya variabel lain yang turut berpengaruh terhadap variabel kinerja,yang tidak di teliti.

 

PENDAHULUAN

Kompetensi global yang semakin intensif,deregulatif ,dan kemajuan teknik mencetuskan ide ide perubahan yang menyebabkan perusahhan tidak dapat bertahan hidup.fenomene tersebut mengimplementasikan bahwa praktek dan kebijaksanaan sumber daya manusia dapat memainkan suatu peranan penting dalam mendorong kesetiaan karyawan dan membuat perusahaan dapat menanggapi perubahan dengan baik.Desler(2000) menyatakan bahwa dalam organisasi modern sumber daya manusia mempunyai peran baru antara lain :

  1. Pendorong Prokdutivitas
  2. Membuat perusahaan lebih tangggap terhadap inovasi produk dan perubahan teknologi
  3. Menghasilkan Jasa pelanggan yang unggul
  4. Membangun Komitmen karyawan
  5. Semakin pentingnya SDM dalam mengembangkan dan mengimplementasikan strategi

 

Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa Sumber Daya Manusia yang berkualitas merupakan competitif advantage dari perusahaan.oleh karena itu pengolahan SDM oleh manajemen harus mendapatkan prioritas utama. melalui perencaan SDM,yang merupakan fungsi awal dari kegiatan departemen SDM,diketahui kebutuhan SDM dan analisis kerja , yang merinci orang dalam klasifikasi tertentu, yang selanjutnya dilakukan proses rekrut, seleksi dan orientasi, terkumpul biodata dan preferensi karir karyawan yang selanjutnya proses penilaian karyawan dapat di pergunakan sebagai media umpan balik untuk perencanaan konseling bagi karyawan . pada saat ini ada kecenderungan bahwa perencanaan karir lebih banyak di gunakan untuk karyawanprofesional, karyawan teknis dan menjerial, serta bagi karyawan yang berminata saja.sedangkan perencanaan karir akan lebih efektif bila keryawan yang bersangkutan mempunyai minat terhadap karir nya dan supervisornya mempunyai kepentingan dan mampu memberikan bimbingan. Sering kali seseorang memiliki lebih dari 1 macam pekerjaan selama masa kerjanya. Riset di america menyatakan bahwa rata rata respondennya memiliki delapan macam jenis pekerjaan selama masa kerjanya,inilah yang mereka sebut dengan karir.beberapa ahli mendefinisikan karir senagai tahan pengembangan pengalaman kerja seseorang selama masa kerjanya.

 

Karir seseorang dalam suatu organisasi banyak di tentukan oleh bagaimana kebijakan dan komitmen organisasi tersebut terhadap karyawan dalam hal2 sebagai berikut :

  1. Sejauh mana rekrutmen dibatasi pada lini jabatan tingkat bawah
  2. Sejauh mana kesempatan promosi kejabatan yang lebih tinggi berasal dari dalam
  3. Sejauh mana terbuka kesempatan pelatihan dan pengembangan pada setiap lini
  4. Sejauh mana komitmen perusahaan terhadap jaminan kelansungan kerja karyawan

 

Perusahaan yang berorientasi pada karir semacam ini akan memperlakukan karyawan sebagai sumber daya yang berharga yang harus dilatih , di kembangkan dan di pertahankan.kunci penerapan kariri semacam ini adalah adanya mobilitas dan kesempatan karir internal bagi para karyawan.substansi karir bersifat adaptif sepanjang strukturnya sesuai dengan lingkungan,namun dengan berubahnya lingkungan pola karir dapat menjadi kaku dan menghambat operasi organisasi yang efektif.

TUJUAN

Mengidentifikasi dan mengevaluasi program pengembangan karir serta mengkaji pengaruh antara program pengembangan karir yang telah di lakukan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada koperasi nusantara bandung.Eksplansi dilakukan dengan menggunakan metode korelasi dan regresi yang bermaksut untuk meneliti hubungan antar variabel.

KESIMPULAN

Pengembangan karir pada koperasi nusantara bandung saat ini secara keseluruhan belum dilaksanakan secara konsisten dan belum berjalan sesuai harapan,sistem atau manajemen karir tidak berjalan dengan pola yang terarah dan masihh trial dan error,variabel motivasi kerja dan kinerja karyawan dimana variabel pengembangan karir memberikan determinasi yang lebih besar di bandingkan variabel motivasi dalam mempengaruhi variabel kinerja dan masih adanya variabel lain yang mempengaruhi variabel kinerja.

DAFTAR PUSTAKA

-          AL Rasyid, Harun, (2000) , Statistica sosial, Universitas Padjajaran Bandung

-          Dessler Gary, (2000) Human Resources management,8th ed, prentice hall,inc upper saddle river new jersey

-          Gottfredson, Gary D, Hollad J,L,(1991) , The Possition Classification Inventory, Physcologycal Assesment Resources,inc Florida , USA

-          http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/22108285_2085-1316.pdf

PEMBAHASAN

Dari hasil uraian di atas dalam pengembangan karir seorang karyawan secara merata sangatlah penting bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri,karena dengan adanya manajemen dan pengembangan karir perusahhan dapat mengetahui bagaimana dan seberapa besar sumber daya yang dimiliki perusahhan tersebut,sehingga dapat membantu mengembangkan perusahhan dengan sumber daya yang diharapkan.penerapan manajemen karir pun harusnya tidak memilih dari lini apa dan dari level apa karyawan tersebut,pengembangan karir pun harus dengan cara yang terarah sehingga perusahaan mampu mendapatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas,mampu bersaing di era saat ini.pola pengembangan karir saat ini juga belum jelas dan baku oleh karena itu masih bnyak pola pengembangan karir yang kurang terarah.sehingga karyawan terpaku pada aturan organisasi yang ada.

Bentuk kepedulian manajemen dalam pengembangan karyawan antara lain adalah:

  1. Memberikan promosi kepada karyawan berprestasi
  2. Memberikan bonus gaji pada karyawan berprestasi

Dengan demikian posisi win win akan didapat kedua pihak,dari pihak karyawan dan pihak perusahhan ,dimana perusahaan mendapatkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas sehingga mamu membantu mengembangkan perusahhaan dan perusahaan dapat bersaing di dunia persaingan yang ketat saat ini,sedangkan untuk karyawan, karyawan mendapatkan reward atas kontribusi yang telah karyawan berikan kepada perusahaan.

Untuk sebagian besar karyawan kepastian karir sangat penting untuk karyawan karena karyawan akan tahu posisi tertinggi yang akan dicapai.sehingga karyawan dapat termotivasi untuk menunjukkan kinerja terbaiknya dan berusaha meningkatkan kemampuan serta royal pada perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

UTS Manajemen Strategi+revisi

Image

Manajemen Stratejik

Glip line shop adalah sebuah toko onlone yang mewnawarkan atau menjual berbagai macam kaos dan jaket,Glip line shop ada pada pertengahan tahun 2011

Visi                  : Menjadi online shop yang handal dan berkualitas dalam memenuhi kebutuhan konsumen

Misi                 : Memberikan servis dan pelayanan yang baik pada konsumen

Mengerjakan dengan tepat waktu, tepeat kualitas

Tujuan           : Menjadi penyedia atau gerai kaos yang besar dan terbaik di tahun 2015

Kekuatan (Strength)

Adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini. Strenght ini bersifat internal dari organisasi atau sebuah program.Kekuatan yang dimiliki oleh Eiger ini apabila  dilihat dari sisi internalnya (strength) yaitu:

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Memiliki 2 Pemasar

3

0.18

2

0.36

Tidak Memerlukan Tempat

2

0.12

3

0.36

Dapat Dibeli Satuan

3

0.18

3

0.54

Lebih Banyak Pilihan

4

0.25

4

1

Lebih Banyak Warna

4

0.25

4

1

TOTAL

16

0.98

16

3.26

 

Kelemahan ( Weaknes)

Adalah kegiatan-kegiatan organisasi yang tidak berjalan dengan baik atau sumber daya yang dibutuhkan oleh organisasi tetapi tidak dimiliki oleh organisasi. Kelemahan itu terkadang lebih mudah dilihat daripada sebuah kekuatan, namun ada beberapa hal yang menjadikan kelemahan itu tidak diberikan solusi yang tepat dikarenakan tidak dimaksimalkan kekuatan yang sudah ada. Kelemahan yang bisa dilihat dari perusahaan ini adalah:

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Terbatasnya Modal

2

0.15

3

0.45

Kurangnya SDM

2

0.15

3

0.45

Jaringan Pemasaran Kurang Luas

3

0.23

3

0.69

Belum dapat memproduksi sendiri

3

0.23

2

0.46

Kondusi kurang kondusif

3

0.23

3

0.69

TOTAL

13

0.99

14

2.74

 

 

Peluang (Opportunity)

Adalah faktor positif yang muncul dari lingkungan dan memberikan kesempatan bagi organisasi atau program kita untuk memanfaatkannya. Opportunity tidak hanya berupa kebijakan atau peluang dalam hal mendapatkan modal berupa uang, akan tetapi bisa juga berupa respon masyarakat atau isu yang sedang diangkat.

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Mencari sebanyak2nya Customer

 

3

0.18

2

0.36

Menggunakan Teknologi yang ada untuk memasarkan

4

0.25

3

0.75

Mencari tambahan Modal

3

0.18

2

0.36

Menggunakan lebih dari 1 supplier

3

0.18

3

0.54

Menambah produk

3

0.18

2

0.36

TOTAL

16

0.97

12

2.37

 

Ancaman (Threath)

Adalah faktor negative dari lingkungan yang memberikan hambatan bagi berkembangnya atau berjalannya sebuah organisasi dan program. Ancaman ini adalah hal yang terkadang selalu terlewat dikarenakan banyak yang ingin mencoba untuk kontroversi atau out of stream (melawan arus) namun pada kenyataannya organisasi tersebut lebih banyak layu sebelum berkembang.

Faktor Strategis

Nilai

Bobot

Rating

Skor

Adanya Competitor di bidang yang sama

3

0.25

4

1

Terbatasnya pemasok

3

0.25

3

0.75

Tidak selalu adanya permintaan dari konsumen

2

0.16

2

0.32

Kurangnnya Produk Pengganti

2

0.16

2

0.32

Tidak selalu adanya produk

2

0.16

3

0.48

TOTAL

12

0.98

14

2.78

 

Koordinat Analisis Internal

ð  Skor Kekuatan – Skor Kelemahan : 2

=   3.26 –  2.74   :   2

=   1,89

 

Koordinat Analisis Eksternal

 

ð  Skor Peluang – Skor Ancaman : 2

=   2.37 –  2.78   :   2

=   -0.205

 

Kwadran

Kuadran Posisi Titik Luas Matrik Ranking Prioritas Strategi
I (S,O) 3.26 ; 2.37 7.72 2 Kombinasi
II (W,O) 2.74 ; 2.37 5.85 4 Penciutan
III (W,T) 2.74 ; 2.78 7.61 3 Stabil
IV (S,T) 3.26 ; 2.78 9.06 1 Growth

 

Kwadran I

Strength Opportunity Hubungan Inisiatif
Dapat dibeli satuan Menggunakan teknologi yang ada untuk memasarkan XXX Peng Pasar

Kwadran II

Weakness Opportunity Hubungan Inisiatif
Jaringan Pemasar kurang luas Menggunakan teknologi yang ada untuk memasarkan XXX Peng Pasar

Kwadran III

Weakness Threath Hubungan Inisiatif
Jaringan pemasar kurang luas Terbatasnya Pemasok XXX Diversifikasi konsentrik

Kwadran IV

Strength Threath Hubungan Inisiatif
Dapat dibeli satuan Terbatasnya pemasok XXX Diversifikasi Konsentrik

 

Menurut Michael Porter ada 3 strategi generik yang digunakan perusahaan

Strategi cost leadership

Strategi pembedaan produk (differentiation)

Strategi focus

 

Strategi yang digunakan adalah Cost Leadership atau kepemimpinan biaya merupakan salah satu strategi yang cocok yaitu dengan cara memproduksi barang dengan biaya yang lebih rendah dengan kualitas yang relatif sama dibandingkan dengan para pesaing. Untuk dapat menjalankan strategi ini, perusahaan perlu memiliki keunggulan dalam produktivitas.

Strategi ini mempunyai dua macam strategi turunannya, yaitu

(1) produk dijual dalam rata-rata harga yang murah untuk meraih keuntungan yang lebih besar dari pesaing

(2) produk dijual dibawah rata-rata harga pesaing untuk meraih market-share yang lebih luas.

Perusahaan yang menjalankan strategi ini akan dapat melayani berbagai segmen. Sumber keuntungan biaya dapat  diperoleh dari berbagai sumber seperti skala ekonomis, teknologi eksklusif atau akses ke bahan baku. Produser yang low-cost sering menjual produk standar dan melakukan penekanan pada skala eksploitasi dan memanfaatkan keunggulan biaya absolut.

 

Evaluasi Strategi

Strategi Kebijakan Tujuan Program Ukuran hasil Indicator Faktor pendorong ukuran indicator
Pengembangan Produk Menjadi perusahaan penyedia kaos terbaik Menciptakan kaos yang berkualitas Konsumen bertambah Melakukan promosi dan memasarkan produk

 

UTS Management career

1.      Jalur karir adalah pola urutan pekerjaan (Pattern of Work Sequence) yang harus dilalui pegawai untuk mencapai suatu tujuan karir.

Manajemen karir adalah proses yang dilakukan oleh organisasi untuk memilih, menilai, menugaskan, dan mengembangkan para karyawannya guna menyediakan suatu kumpulan orang-orang yang kompeten untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.

Konseling karir adalah proses mengidentifikasi masalah-masalah yang berhubungan dengan karir seorang pegawai serta mencari alternatif jalan keluar dari berbagai masalah tersebut.

 

2.      Ruang lingkup manajemen karir meliputi seluruh kegiatan yang berkenaan dengan pekerjaan pegawai. Kegiatan ini di mulai dari proses penarikan (rekrutmen) pegawai, penempatan pegawai, pengembangan pegawai, dan berakhir pada pemberhentian pegawai.

Perencanaan karir untuk seorang pegawai adalah mengetahui sedini mungkin prospek karir pegawai tersebut dimasa depan, serta menetukan langkah-langkah yang perlu diambil agar tujuan karir tersebut dapat dicapai secara efektif-efisien.

Perencanaan karir untuk perusahaan adalah proses untuk mengetahui tujuan dan jalur karir seseorang di perusahaan tersebut.

 

3. Perencanaan karir di tingkat organisasi dilakukan dengan tujuan untuk mengadakan atau mengidentifikasi hal-hal berikut :

a. Profil kebutuhan pegawai

b. Deskripsi jabatan/pekerjaan

c. Peta jalur karir

d. Mekanisme penilaian kinerja pegawai

 

4.      5(lima ) syarat perencanaan karir pegawai :

1. Dialog : Pegawai harus diajak berbicara, berdialog, bertanya jawab mengenai prospek mereka sendiri.

2. Bimbingan : , organisasi harus membuka kesempatan untuk melakukan bimbingan karir terhadap pegawai.

3. Keterlibatan individual  : setiap individual harus dilibatkan dalam perencanaan ini

4. Umpan balik. : pegawai harus memberikan umpan balik terhadap apa yang berkenaan dengan karir

5. Mekanisme perencanaan karir. : mekanisme perencanaan karir ini harus diusahakan agar empat hal di atas (dialog, bimbingan, keterlibatan individual, dan umpan balik) dapat terwadahi.

 

5.Faktor yang mempengeruhi perngembangan karir antara lain :

• Hubungan pegawai dan organisasi

• Personalitas pegawai

• Faktor-faktor eksternal

• Politicking dalam organisasi

• System penghargaan

• Jumlah pegawai

• Ukuran organisasi

• Kultur organisasi

• Tipe manajemen

 

6.      Peran organisasi dalam menajemen karir antara lain :

  1. Menyediakan Employee Assessment dan Career Planning Workshops
  2. Mengadakan Career Coaching Workshops
  3. Mendirikan Employee Career Centers
  4. Mengurus Internal Job dan Talent Banks.
  5. Career Partnership Center

 

7.Manfaat mata kuliah ini adalah dapat mengetahui bahwa setiap manusia atau individual , organisasi atau perusahaan harus mempunyai atau menata karirnya jika ingin sukses,karena karir menentukan akan jadi apakah anda kedepan,ingin seperti apakan anda kedepan. Melalui perencanaan karir , seseorang mengevaluasi kemampuan dan minatnya , mempertimbangkan kesempatan karir alternatif , menyusun tujuan karir , dan merencanakan aktifitas pengembangan secara praktis. Materi yang ingin saya dapatkan selanjutnya dalam mata kuliah manajemen karir ialah bagaimana mengelola manajemen karir setelah kita membuat alur manajmen karir,karena jalur karir yang di jalani tidak selalu sama seperti apa yang kita tulis di alur karir.

 


Manajemen Karir

Manajemen Karir

1.Latar Belakang

Pengembangan karir pada dasarnya berorientasi pada organisasi dalam menjawab tantangan bisnis di masa mendatang. Setiap organisasi harus menerima kenyataan, bahwa ekstensinya di masa depan tergantung pada SDM yang kompetitif sebuah organisasi akan mengalami kemunduran dan akhirnya dapat tersisih karena ketidak mampuan menghadapi persaingan. Kondisi seperti itu mengharuskan organisasi untuk melakukan pembinaan karier pada pekerja, yang harus dilaksanakan secara berencana dan berkelanjutan. Dengan kata lain, pembinaan karier adalah salah satu kegiatan menejemen SDM., harus dilaksanakan sebagai kegiatan formal yang dilakukan secara terintegrasi dengan kegiatan SDM lainnya. Pembinaan karier tidak dapat dilepaskan kaitannya dengan kegiatan perencanaan SDM, rekrutmen, dan seleksi dalam rangka pengaturan staf (staffing). Dari kegiatan-kegiatan manajemen SDM tersebut, harus diperoleh sejumlah tenaga kerja yang potensial dengan kualitas terbaik. Tenaga kerja seperti itulah yang harus diberi kesempatan untuk mengembangkan kariernya, agar dengan kemampuannya yang terus meningkatkan sesuai dengan tuntutan lingkungan bisnis, tidak saja mampu mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi juga mampu mengembangkan dan memajukan.

SPG/B (Sales Promotion Girl/Boy) bertugas untuk menawarkan suatu produk yang di jual oleh suatu organisasi / perusahaan.SPG/B berperan penting dalam suatu organisasi / Perusahaan,sebagai front line. Sering kali kita lihat bahwa SPG/B jarang mempunyai jenjang karir yang jelas dikarenakan ketatnya persaingan, bahkan sebagian pandangan masyarakat terhadap Sales Promotion adalah kurang adanya jenjang karir yang jelas.

Karir amatlah penting bagi pegawai maupun bagi organisasi. Menurut Walker (1980)

Manajemen karir adalah salah satu elemen dari manajemen kinerja. Elemen lain manajemen kinerja adalah: pemilihan dan penempatan manajer dan karyawan, pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, dan pemberian kompensasi (Miswanto, 1996). Elemen-elemen manajemen kinerja saling berkaitan satu sama lain. Pelatihan dan pengembangan adalah elemen manajemen kinjerja yang paling terkait dengan manajemen karir.

 

 

Identifikasi Masalah

  1. Pandangan karir dari masing masing individual (SPG/B)
  2. Harapan dan Tujuan karir menurut Individual masing-masing
  3. Pengetahuan tentang jalur karir di dalam organisasi
  4. Langkah – langkah yang harus dilakukan untuk mencapai karir
  5. Begaimana pengembangan karir selanjutnya

Kajian Teoritis

Pengertian karier menurut Mathis dan Jackson (2002:62) adalah “ Karier merupakan urutan posisi yang terkait dengan pekerjaan yang diduduki seseorang sepanjang hidupnya.”

Sedangkan Wayne F Casio (dalam Bambang Wahyudi, 2002:162) mengartikan suatu karier dalam 3 pengertian,yaitu:

  1. Karier sebagai suatu rangkaian promosi jabatan atau mutasi ke jabatan yang lebih tinggi dalam jenjang hirarki yang dialami oleh seorang tenaga erja selama masa dinasnya.
  2. Karier sebagai suatu pekerjaan yang memiliki gambaran / pola pengembangan yang jelas dan sistematis.
  3. Karier sebagai sejarah jabatan dari seseorang, suatu rangkaian pekerjaan / posisi yang perna dipegang seseorang selama masa kerjanya

Sedangkan Pengembangan karir mempunyai arti usaha secara formal, teroganisir serta terencana untuk mencapai keseimbangan antara kepentingan karir individu dengan organisasi secara keseluruhan (Gutteridge & Ote dalam Gilley and Aggland :1998)

Jadi dapat kami simpulkan  karier adalah sebuah urutan perkembangan karyawan  dalam waktu tertentu sebelum dan hingga tercapainya tujuan dalam masa kerja.

CV.tugas M.Karir

CURICULUM VITAE

 

Name                                     : Nico Nanda Brahmantya
Address                                : Jl. Kalianyar  3 No. 10, Surabaya
Place, date of birth             : Surabaya, July 15, 1988
Nationality                            : Indonesia
No. Mobile                            : 0878 5350 0869
Email                                     : coco.cream.02 @ gmail.com
Gender                                 : Male - male
Status                                   : Not Married
Religion                                : Islam
HISTORY EDUCATION

Students                    (2009 - present) University of Surabaya Narotama
Senior High School (2003 – 2006) SMA Giki 2, Surabaya
Junior                         (2000 – 2003) SMP Giki 2, Surabaya
SD                              (1994 – 2000) Ketabang IV Elementary School, Surabaya
WORK EXPERIENCE

(1) Taxation operational Freelance

So my resume is filled with real

 

Applicant,

Nico Nanda Brahmantya